Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Monday, May 15, 2017

Lain Mursi, Lain Erdogan

Beda Erdogan, beda pula Mursi. Meskipun lahir dalam satu rahim yang berbeda. Sama-sama dari IM. Sikap dua orang penting ini jauh berbeda dalam menghadapi persoalan internal politik dalam negerinya. Mursi, selepas terpilih menjadi Presiden setelah revolusi Arab Spring, yang menggulingkan Husni Mubarak. Mursi justru merangkul, pejabat yang dulunya terlibat penzhaliman kepada IM, sehingga, tak dinyana, Mursi digulingkan oleh Menteri Pertahanannya sendiri.

Monday, May 8, 2017

Awal

HTI hanyalah awal, awal dari pemberangusan gerakan yang kritis terhadap prilaku bejat penguasa, yang berlaku seenaknya. Justru ini sebuah blunder besar bagi Presiden, dan akan dicatat oleh rakyat, bahwa Presiden beserta jajaran jauh dari istilah demokratis.

Campur Tangan



Santer didengar keterlibatan RI2 dalam pencalonan Anies jadi DKI1, yang hingga saat ini belum dibantah oleh Gerindra dan PKS. RI1 pun ketika ditanya terkait hal ini malah tersenyum dan tertawa.

Namun jika kita perhatikan beberapa peristiwa ke belakang, mungkin jawabannya bisa di dapat.

Friday, April 28, 2017

Menulis


Menulislah, apa yang ada di benak, apa yang terlihat, apa yang didengar, apa yang dirasakan, apa yang dibaui, apa yang disentuh. Sesungguhnya, menulis adalah langkah untuk membuka cakrawala pikiran yang lebih luas. Cara sederhana untuk melatih konsentrasi. Cara mudah untuk memaksa otak berolahraga. Koordinasi antara otak, jari dan perasaan. Lebih kompleks lagi jika ini adalah koordinasi antara, otak, jari, perasaan, mata, hidung, telinga dan kulit. Membuat menulis lebih melelahkan daripada sekedar berlari 5 km. Lebih menguras tenaga ketimbang bermain sepakbola 2x90 menit. Menulis memang membutuhkan konsentrasi. Namun, tulisan tidak harus menyenangkan semua orang. Seperti layaknya seorang pemimpin, tidak semuanya bakal senang dengan keputusannya.

Sunday, April 23, 2017

Kerikil Itu Bernama Reklamasi


Reklamasi merupakan salah satu langkah untuk mengembangkan kota Jakarta, sebagai sebuah ibukota, tentu laju perkembangannya relatif sangat cepat, reklamasi adalah jalan keluarnya. Namun, reklamasi justru bertolak belakang dengan rencana bapak Presiden untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan.

Reklamasi ini sebenarnya langkah bagi para pengembang untuk mengakali besarnya harga tanah di daratan. Nilai tanah hasil reklamasi jauh lebih murah ketimbang nilai tanah di daratan. Setelah proyek reklamasi terlaksana, maka dilanjutkan dengan pembangunan properti mulai dari apartemen mewah sampai ke perumahan mewah. Nah di sanalah uangnya. Proyek reklamasi adalah seni teknik sipil tingkat tinggi, sangat menggiurkan. Ribuan Triliun bisa ditangguk.

Tuesday, April 18, 2017

Ahok Menanjak

Kurang dari H-3 sebelum masa pencoblosan Gubernur - Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, hasil survey menunjukkan suara Ahok mulai mengalami kenaikan yang sangat signifikan, sebelumnya, dari beberapa lembaga survey yang ada, gap antara suara Ahok dengan Anies cukup besar. Ini disebabkan oleh beberapa hal, pertama, kasus penistaan agama yang menyeret nama Ahok, kedua, kasus Korupsi yang menyeret namanya, mulai dari kasus Sumber Waras sampai terakhir kasus E-KTP, ketiga, perlakuan yang tidak manusiawi terhadap korban penggusuran, keempat, migrasi suara dari pasangan nomer 1, Agus-Sylvi.


Suara Ahok mulai menanjak disebabkan oleh tiga hal, pertama, ditundanya keputusan pengadilan terhadap kasus penistaan agama yang sedang menimpanya, kedua, penonjolan pasangannya ke publik, yaitu Djarot Saiful Hidayat. Terakhir, bom Sembako ke seluruh pelosok Jakarta, yang mana memamfaatkan kelemahan publik Jakarta yang cenderung pelupa.

Sunday, May 8, 2016

Memori Pendek Rakyat Indonesia

Kelemahan rakyat Indonesia secara umum adalah memiliki ingatan jangka panjang yang lemah. Mudah terlena dengan kebaikan temporari, sanggup menderita untuk waktu yang lama. Itulah watak bangsa ini. Sehingga, beberapa oknum selalu memamfaatkan kondisi tersebut untuk keuntungan mereka saja, biasanya politisi.

Sunday, April 17, 2016

Francesco Totti dan Fahri Hamzah (II)

Hangat sudah bangku cadangan oleh sang Kapten. Roma memang berhasil menang tempur melawan beberapa tim di serie A, kecuali kalah tiga kali kalah melawan tim besar macam Juventus dan Real Madrid di kandang serta laga tandang pada liga Champion. Spalletti nampaknya belum punya strategi yang mantap melawan tim besar, bahkan lawan Inter di kandang pun harus berakhir imbang, setelah terlebih dahulu tertinggal.

Sang kapten yang berkali-kali dicadangkan, akhirnya sempat meradang, karena diklaim sudah uzur dan menghuni bangku tanpa kesempatan muncul jadi cadangan dengan menit yang sepadan. Bahkan rumor mengatakan sang kapten bermain untuk sebuah tim di MLS, sekalipun diberikan jabatan direktur di klub. Keinginan Totti untuk terus bermain dihalangi dengan rumor tidak diperpanjang kontraknya sebagai pemain.

Wednesday, April 13, 2016

Kaderisasi Surau

Dahulu, anak laki-laki Minang, ketika berusia remaja, sudah tak ada tempat lagi tempatnya diatas rumah orang tuanya. Mereka bermalam di surau dan pulang hanya untuk mengisi perut. Di surau mereka belajar ilmu agama dan hakikat, ilmu beladiri, ilmu tentang dunia. Akibatnya, mereka punya daya tahan yang sangat kuat dan memiliki imunitas ideologis yang bagus ketika merantau. Mereka akan lebih fokus dalam menggapai cita-cita. Sebutlah Hatta, Natsir, Hamka, Tan Malaka, dan lainnya, mereka adalah produk kaderisasi surau.

Sunday, April 10, 2016

TNI dan Penggusuran

TNI pada zaman pak Harto memang sampai ketingkat kecamatan. Kadernya dulu bahkan sampai ketingkat RT. TNI pun masuk ke dalam parlemen. Ikut mengatur hajar masyarakat sipil. Bahkan di sidang-sidang, kalau sudah berlarut-larut, biasa dari fraksi militer akan memberikan secarik kertas kepada anggota dewan dari sipil, dan akhirnya, suara pun jadi bulat.

Sunday, April 3, 2016

Francesco Totii dan Fahri Hamzah

AS Roma hampir dalam dua dekade terakhir diasosiasikan dengan Francesco Totti. Tak pernah terpisahkan. Satu. Totti adalah seorang kapten dan juga pemain kunci klub Ibu Kota Italia ini. Jangan tanyakan loyalitas kapada tim yang dia cintai sedari masih kanak-kanak. Banyak klub-klub besar eropa menginginkannya. Dengan godaan materi dan juga garansi prestasi, Totti masih keukeuh pada kecintaan yang dia yakini sangat murni kepada AS Roma. Real Madrid dan Manchester United juga AC Milan kala itu sangat menginginkan service dari seorang Fantasista macam Totti, banyak gelar juara bisa digenggam olehnya. Tapi, cinta tetaplah cinta. Dia tetap setia.

Tentu, sebagai seorang pesepakbola, usia adalah limit dari segala aktivitasnya. Faktor fisik sudah tentu menjadi penghambat bagi manajemen klub untuk terus menerus memakai jasanya. Di bawah manajemen James Palotta, tarik ulur keinginannya untuk bermain di musim depan masih tanda tanya. Belum keluar kata sepakat. Klub sudah menawarkan jabatan strategis baginya. Tapi, seorang pesepakbola hanya menginginkan terlibat dalam pertandingan, sampai tersiar kabar, dia rela tak perlu dibayar.

Sunday, March 27, 2016

Optimalisasi Kekuasaan


Turki dulunya adalah sebuah negara sekuler yang sangat anti dengan simbol agama, jilbab dilarang di sekolah-sekolah, azan pun pakai bahasa Turki. Lalu pelan perlahan, atas kehendak Allah, di bawah kepemimpinan saudara Erdogan dengan, jilbab dan simbol agama lainnya, alhamdulillah telah mendapatkan legalitas nya. Tak perlu lagi kaum Muslimah takut memakai pakaian taqwanya tersebut.

Monday, February 1, 2016

Berhenti Rasis

Etnis China diidentikkan dengan non Muslim, kemudian masyarakat umum yang mayoritas Islam, malah memarginalkan mereka, meminggirkan mereka, sungguh ini perlakuan yang sarat pelanggaran HAM, sehingga tak sedikit dari keturunan mereka merasa ada gap dengan istilah pribumi dan non pribumi, pengen kuliah di PTN malu, pengen jadi PNS, TNI atau Polri seakan sudah dipastikan tak bisa lolos, ini adalah perlakuan rasis yang ga ketulungan dari yang katanya pribumi.

Friday, December 4, 2015

Derita Guru Honorer


Menerima gaji 1 kali 3 bulan, itupun sebulannya paling besar 1,5 juta per bulan. Ketika sistem sertifikasi guru dijalankan, jatah jam berkurang, karena guru PNS, dikasih target mengajar sekian jam per pekan, langsung saja, jatah per bulan berkurang, jerih peluh tak pernah terbayar, padahal, sekalipun honorer, murid mereka banyak yang berhasil, apakah jadi pengusaha, insyinyur, pejabat teras pemerintahan, tenteram, polisi, dokter dan lainnya.

Wednesday, April 1, 2015

Tambah Koridor Ke Pesisir Selatan


Salah satu faktor kemajuan suatu daerah adalah mudah diakses. Pesisir Selatan memiliki 4 akses masuk, 3 via darat da 1 via laut. 3 akses darat itu melalui Padang, Sungai Penuh dan Bengkulu. Melalui laut via pelabuhan Panasahan.

Saturday, March 28, 2015

Surat Terbuka Kepada Penggiat Media Massa (Wartawan, Redaktur, Pemilik Media Massa)



Sumber: suarapapua.com

Sejarah mencatat, setiap perjuangan melawan kedzaliman dan kelaliman pemerintah, media massa adalah instrument independen yang memberitakan setiap detil dari kabar dan berita agar rakyat sadar dan api perjuangan tetap menyala. 1928, 1945, 1966, 1980, 1998 adalah angka yang menunjukkan betapa perjuangan media massa menghasilkan kebaikan untuk rakyat banyak. Independensi dan loyalitas media massa begitu kuat dan mengakar membela kepentingan rakyat, sekalipun harus diobrak-abrik kantor redaksi, sekalipun harus diculik wartawan dan redakturnya. Penggiat media massa adalah pahlawan kala itu. Menjadi corong terdepan dalam menyuarakan kebenaran.

Tuesday, March 24, 2015

Eksekusi dan Rahasia




Indonesia darurat narkoba. 5,8 juta jiwa penduduk Indonesia adalah pengguna narkoba ( http://www.merdeka.com/peristiwa/pengguna-narkoba-di-indonesia-pada-2015-capai-58-juta-jiwa.html ). Menurut Presiden Ir. Joko Widodo, setiap hari 50 orang meninggal dunia akibat narkoba ( http://indonesia.ucanews.com/2015/02/05/presiden-jokowi-setiap-hari-50-orang-mati-karena-narkoba/ ). Korban dari narkoba berasal dari berbagai kalangan masyarakat, pegawai pemerintahan, pejabat, artis, anak sekolahan, mahasiswa hingga penganggura. Narkoba terbukti menghancurkan sendi-sendi kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Narkoba adalah musuh besar negara ini, begitulah deklarasi dari Presiden kita.

Friday, March 20, 2015

Ahok: Pemimpin Kasar Nan Bersih (???)





Sungguh menarik menarik fenomena Ahok saat ini. Gubernur bernama lengkap Basuki Tjahaya Purnama sedang naik daun di dalam banyak pemberitaan media massa di Indonesia, popularitasnya bisa jadi mengalahkan pemimpin republik ini Ir. Joko Widodo. Sehingga ada dengungan menjadikan beliau salah satu kandidat presiden pengganti Ir. Joko Widodo nantinya di 2019.

Thursday, March 19, 2015

Media Massa, Penjaga Demokrasi (Pemerintah)

Pembrendelan sebuah media oleh pemerintah pada zaman sekarang tidak selalu dengan menyerang dan mengobrak-abrik kantor redaksinya. Bentuk pembrendelan ada yang lebih halus, yaitu memberikan media dana bantuan untuk kesejahteraan pemilik dan pengawai media (redaktur, wartawan, kameramen, juru ketik dan lainnya).

Dalam catatan saya, terakhir, pemred dikumpulkan sebelum kenaikan harga BBM di kantor kementerian ESDM. Setelah itu, tak ada satupun aksi mahasiswa terkait kenaikan harga BBM yang diliput, kalaupun ada, palingan berbicara bentrok mahasiswa dengan aparat atau bentrok mahasiswa dengan "masyarakat".

Thursday, March 12, 2015

Pilkada Pesisir Selatan

Dalam memilih calon kepala daerah dan wakinya, partai pada umumnya memperhatikan 4 parameter berikut:

1. Kapasitas intelektual calon.
2. Elektabilitas calon di tengah masyarakat.
3. Kapasitas logistik yang dimiliki oleh calon.
4. Kendaraan politik yang sudah dimiliki oleh calon.